
TANGERANG SELATAN – SMP Strada Bhakti Nusa sukses menyelenggarakan Sekolah Ibadah pertama di bulan Agustus. Ibadat ini menjadi momen refleksi spiritual bagi seluruh siswa dan guru untuk mengawali bulan dengan hati yang terarah pada Tuhan. Mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan remaja masa kini, “Medan Perang: Menyangkal Diri dari Media Sosial”, ibadat ini mengajak para siswa untuk lebih bijak dan berani mengambil sikap di tengah gempuran dunia digital.
Renungan ibadah didasarkan pada Kitab Matius 16:24-28, di mana Yesus menegaskan syarat untuk mengikut Dia: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
Dalam penyampaian firman, ditekankan bahwa bagi generasi muda saat ini, “medan perang” nyata tidak lagi selalu berupa fisik, melainkan pertempuran di dalam diri saat berinteraksi di dunia digital.
Ada dua poin utama yang menjadi sorotan dalam ibadah ini:Tantangan yang Muncul di Dunia Digital, Menahan Diri dari Godaan dan Gosip.
Melalui pesan Matius 16:24-28, siswa diingatkan bahwa mengikut Yesus bukan berarti hidup akan bebas dari masalah atau tantangan. Sebaliknya, menjadi murid Kristus justru membutuhkan keberanian besar—keberanian untuk berbeda dari arus dunia, keberanian untuk menyangkal keinginan diri sendiri, dan keberanian untuk “memikul salib” dengan tetap berpegang pada kebenaran di tengah tekanan teman sebaya (peer pressure).
Kegiatan Sekolah Ibadat ini ditutup dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan agar seluruh siswa SMP Strada Bhakti Nusa diberikan kekuatan dan hikmat untuk menjadi terang, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang media sosial mereka masing-masing.
Recent Comments